Bahasa adalah media kita untuk berkomunikasi. Tanpa bahasa, kita mungkin akan kesulitan untuk menyampaikan apa yang ada dalam benak kita. Mungkin kita memang bisa menggunakan bahasa tubuh, akan tetapi, hadirnya bahasa verbal membuat kita jauh lebih mudah dalam mengutarakan pikiran.

Kita bisa berkomunikasi ketika baik kita maupun lawan bicara menggunakan bahasa yang sama. Orang yang bisa berbicara dengan bule tentu saja karena mereka bisa menggunakan bahasa yang sama, setidaknya bahasa Inggris. Bahasa Inggris sendiri bukan sebuah bahasa yang sulit untuk dipelajari. Dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun, ketika dipelajari secara rutin akan membuat kita sudah mampu berkomunikasi dengan lancar.

Akan tetapi, hal yang berbeda bisa terjadi jika kamu memutuskan untuk mempelajari bahasa-bahasa berikut ini.

 

1. Icelandic

Icelandic - Sumber: retnodisini.blogspot.com

Icelandic – Sumber: retnodisini.blogspot.com

Kesulitan pertama dari mempelajari bahasa asing berikut ini mungkin sudah terletak dari caramu mengenal huruf-huruf. Jika kita sudah terbiasa dengan pemakaian alfabet yang sekarang ini kita gunakan, kamu harus mempelajari alfabet dari Icelandic yang berbeda.

Bahasa Icelandic atau Bahasa Islandia merupakan bahasa Jermanik Utara. Bahasa ini merupakan bahasa yang digunakan berkomunikasi sehari-hari oleh orang Iceland. Bahasa yang memiliki kedekatan dengan jenis bahasa ini adalah Bahasa Faroe.

 

2. Thai

Alfabet Thai - Sumber: belajarthaland.blogspot.com

Alfabet Thai – Sumber: belajarthaland.blogspot.com

Pecinta film dan drama Thailand mungkin sedikit tahu mengenai pengucapan bahasa Thai yang relatif berbeda dengan bahasa Indonesia. Kalau kamu tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai bahasa ini, siap-siap juga untuk menghafalkan alfabet asli Thailand yang jauh berbeda dengan alfabet yang kita gunakan sekarang. Well, kalau boleh jujur, alfabet asli Thailand justru lebih mirip dengan aksara Jawa, lho.

Bahasa Thai atau Phasa Thai diperkirakan sebagai bahasa yang berasal dari daerah selatan Tiongkok. Beberapa ahli menyebutkan bahwa bahasa ini memiliki hubungan dengan kelompok bahasa Austronesia atau Sino-Tibet dan Austroasiatik. Bahasa ini merupakan kombinasi antara nada, ortografi kompleks, penanda hubungan, serta fonologi yang relatif sulit untuk dipelajari terutama oleh orang Barat.

 

3. Vietnamese

Melihat aksaranya, kamu mungkin akan beranggapan bahwa alfabet tersebut merupakan alfabet Cina. Kenyataannya, alfabet tersebut merupakan Chu Nom atau aksara lama dari Bahasa Vietnam.

Ya, memang sebagian besar bahasa Vietnam sesungguhnya banyak yang merupakan kata-kata serapan dari bahasa Cina. Dulunya, Vietnam juga memang menggunakan aksara Cina dalam menuliskan kata-kata menggunakan bahasa mereka. Namun kini, warga Vietnam sudah menggunakan alfabet Latin dalam menuliskan kata-kata dalam Bahasa Vietnam.

 

4. Arabic

Bahasa Arab masuk dalam daftar bahasa yang cukup sulit untuk dipelajari, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Kesulitan dari bahasa ini mungkin akibat persebaran geografisnya yang menyebabkan percakapan dalam bahasa Arab diwarnai oleh variasi atau dialek yang beragam.

Meskipun sulit dipelajari, toh bahasa ini akhirnya tetap memberikan kontribusi yang relatif besar terutama kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam. Kerennya lagi, Bahasa Arab menjadi alat utama budaya semasa abad pertengahan untuk urusan sains, matematika, serta filsafah.

 

5. Chinese

Alfabet Cina - Sumber: commons.wikipedia.org

Alfabet Cina – Sumber: commons.wikipedia.org

Sudah bukan rahasia lagi kalau bahasa Cina adalah bahasa yang paling sulit dipelajari. Alfabetnya yang sangat banyak, pengucapannya yang berbeda juga bisa memberikan arti berbeda, hingga kosakatanya yang benar-benar luar biasa banyaknya, membuat para pelajar bahasa Cina mungkin akan kesulitan untuk menghafal dan melafalkannya.

Meskipun sulit, toh seperlima dari penduduk dunia sebenarnya menggunakan bahasa ini sebagai bahasa komunikasi mereka. Jadi, sebenarnya bahasa Cina tak sesulit bayanganmu untuk dipelajari kok, asalkan niat untuk belajar juga tidak pudar di tengah jalan. Kuncinya satu: ketekunan.

Sulit bukan berarti tidak mungkin dimengerti. Ini hanya soal tekad dan waktu. Selama kamu rutin dan rajin mempelajari bahasa-bahasa tersebut, tidak menutup kemungkinan kamu akan fasih menggunakannya sebagai bahasa komunikasi. Tetapi, selalu ingat ya untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dalam berkomunikasi sehari-hari.