Para pelajar pasti setuju kalau sekolah justru bukan hal yang menyenangkan. Ironis, padahal kita harus menjalaninya sebagai bagian dari persiapan menghadapi level kehidupan selanjutnya. Tanpa sekolah, kita mungkin tidak mendapatkan pendidikan yang berguna ketika kita bekerja – meskipun tak jarang lahir orang-orang sukses yang melewati masa belajarnya tidak di bangku sekolah.

Kalau kamu seorang pelajar, coba deh introspeksi. Sering nggak sih kamu menuturkan kata-kata mengeluh seperti “Lapar.” atau “Istirahatnya jam berapa?” kepada temanmu? Well, tidak salah kok, perasaan bosan itu manusiawi. Tapi, kamu harus mampu mengatasinya mulai dari sekarang. Kalau tidak, ketika masuk dunia kampus, kamu bisa jadi frustasi dengan hal-hal berikut.

 

1. Memilih Jurusan Kuliah

Duh, Salah Jurusan Deh - Sumber: baysidejournal.com

Duh, Salah Jurusan Deh – Sumber: baysidejournal.com

Jangan dikira memilih jurusan kuliah itu semudah kamu mencocokkan apa yang jadi cita-cita atau passion-mu dengan jurusan kuliah yang ditawarkan banyak kampus saat ini.

Banyak loh yang akhirnya merasa menyesal sudah masuk ke jurusan yang diinginkan. Dunia kampus tidak seindah FTV. Pada saatnya nanti, kamu akan mulai berpikir panjang soal hidupmu terkait dengan jurusan kuliah yang kamu ambil. Mau jadi apa nanti, kerja di mana, berapa standar gaji yang bisa dihasilkan, potensi naik jabatan di kantor impian, dan lain-lain.

 

2. Minim Waktu Sosialisasi

Apa-apa Serba Sendiri - Sumber: ymi.today

Apa-apa Serba Sendiri – Sumber: ymi.today

Siapa bilang kuliah itu lebih lengang waktunya daripada jadi pelajar sekolah menengah?

Konflik antara sekolah atau kuliah dengan kehidupan sosial kerap muncul dan bahkan sudah menjadi bagian yang biasa bagi para mahasiswa saat ini.

Di dunia kampus, kamu akan dikenalkan dengan percontohan dunia kerja. Tidak sedikit tugas yang akan kamu dapat, belum lagi jika dosennya memberikan waktu kerja yang relatif pendek. Kemudian, yakin tidak mau ikut organisasi seperti BEM atau Himpunan Mahasiswa? Duh, mengembangkan bakat dan minat lewat UKM juga harus nih.

Nah, lantas kapan main sama teman-teman dong?

 

3. Jadwal yang Terlalu Banyak dan Bertabrakan

Waktunya Harus Bisa Dibagi - Sumber: redhot.co.nz

Waktunya Harus Bisa Dibagi – Sumber: redhot.co.nz

Berkaitan dengan poin nomor 2 tadi, semakin banyak kamu tergabung di komunitas ekuivalen dengan banyaknya tanggung jawab yang harus kamu ampu. Pertanyaannya: siapkah kamu menghadapi risiko untuk menjadi mahasiswa yang eksis di mana-mana?

Kuliah adalah tanggung jawab utamamu. Akan tetapi komunitas menuntut perhatian yang tak boleh kalah. Jadwal yang terlalu banyak dan berlebihan ini menuntut kamu untuk bisa membagi waktu dan sama-sama memproritaskannya.

Jangan heran jika kamu jadi mudah sekali stres hingga jatuh sakit.

 

4. Tugas Kelompok

Asyik Sih Kalo Anggotanya Kerja Semua - Sumber: keyword-suggestions.com

Asyik Sih Kalo Anggotanya Kerja Semua – Sumber: keyword-suggestions.com

Salah satu hal yang bikin kesel banyak mahasiswa saat ini adalah tugas kelompok.

Judulnya sih tugas kelompok. Artinya tugas yang didapat harusnya dikerjakan bersama-sama. Akan tetapi, kenyataan di lapangan belum tentu seperti itu. Kamu harus menghadapi berbagai orang dengan berbagai latar belakang berbeda, mereka memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda, pola pikir berbeda yang harus diharmonisasikan.

Belum lagi ketika mereka sama-sama sibuk sepertimu. Akan selalu ada alasan mengapa kelompokmu tidak bisa kumpul lengkap dan mengerjakannya bersama-sama. Semakin gila lagi jika kamu menemukan tipe manusia yang tidak mau bekerja alias hanya sebagai free rider.

Apalagi kalau free rider-nya itu hampir semua anggota kelompokmu.

Yha. Bayangkan saja apa yang harus kamu lakukan. Jangan stres dulu, ini baru membayangkan kondisi yang sangat mungkin terjadi kok.

 

5. Dompet yang Kering

Bokek Melulu - Sumber: archiveproperty.com

Bokek Melulu – Sumber: archiveproperty.com

Dunia kampus tidak jauh-jauh dari dompet yang kering. Ya, kenyataannya kita justru akan lebih boros ketika masuk dunia perkuliahan. Tidak seperti SMA yang mungkin uang saku kita murni untuk jajan.

Memasuki dunia persiapan menuju hutan belantara kehidupan ini kamu akan dikenalkan dengan sebuah keharusan membayar sejumlah uang untuk berbagai kegiatanmu. Yaps! Tidak ada yang gratis di sini. Akan selalu ada uang iuran yang setiap bulannya mungkin bisa mencapai Rp100 ribu kalau diakumulasikan. Itu pun angka minimal.

Belum lagi kalau teman-teman mengajak kerja kelompok di kafe sembari ngopi cantik.

 

Pada dasarnya, frustasi itu hanya bagian dari kegagalan mengatur diri kita. Apapun yang kita lakukan dengan bahagia pastilah tidak akan membuat kita merasa berat melakukannya apalagi tertekan. Karena dinamika ini adalah hal-hal yang tidak bisa lepas dari dunia kampus, kamu harus belajar mengatur dirimu mulai dari sekarang. Ini hanya replika dari secuil perjuangan di kehidupan nyata dan dunia kerja. Berhasil di tahap ini, bisa jadi kamu berhasil juga di tahap selanjutnya.