Media sosial menjadi hal yang dekat dengan kita sekarang ini. Bukan hanya kaum muda yang tergila-gila, orang tua pun mulai merasakan euforia memiliki media sosial yang dianggap sebagai wadah untuk mempertemukan dengan rekan lama dan mendapatkan humor-humor baru.

Salah satu media sosial yang cukup terkenal dan mulai merambah ke pengguna dengan semua usia adalah Facebook. Yap! Media sosial satu ini nampaknya menjadi media sosial wajib yang harus dimiliki. Berbeda dengan media sosial lain seperti Instagram dan Path yang cenderung sebagai buku harian online, media sosial Facebook menyediakan informasi yang lebih umum seperti pekerjaan, pendidikan, fitur untuk mengirimkan pesan, pengumuman, dan juga foto.

Meski begitu, Facebook tak selamanya merupakan media sosial yang berguna. Banyak dari kita yang kemudian menyalahgunakannya sehingga justru tidak ada manfaat yang didapat. Beberapa hal berikut justru mendukung bahwa sebaiknya kamu sudah menghapus akun Facebook-mu secepat mungkin!

#1 Menimbulkan Stres

Bukannya Bahagia, Malah Stres - Sumber: pixabay.com

Bukannya Bahagia, Malah Stres – Sumber: pixabay.com

Hidup kita sudah banyak masalah yang buat stres. Jadi mengapa kita harus memperbanyak tekanan terhadap diri?

Sadarkah kita bahwa ketika kita mengakses akun Facebook, kita mengetahui apa yang sebenarnya tidak perlu kita ketahui, mencurahkan isi hati yang sebenarnya bukan konsumsi publik lantas mengundang caci maki, atau mungkin terhasut oleh banyaknya hoax yang bertebaran di feed home kita?

Katakanlah kita mengetahui mantan pacar sudah bisa move on secara cepat, atau mungkin status yang kita posting mengundang komentar buruk karena penilaian yang subyektif. Menyakitkan, huh?

Meski terbilang sepele, nyatanya hal-hal kecil seperti ini bisa membuat kita stres dan menambah masalah yang sebenarnya tidak bisa dihitung sebagai masalah. Alih-alih menambah teman, kita mungkin malah menambah masalah.

#2 Cenderung Sebagai Tempat untuk Mencurahkan Isi Hati (Yang Buruk!)

Kita merasa bahwa like dan komentar di Facebook sebagai sebuah hal yang prestise dan sebuah prestasi yang bisa dibanggakan. Sadarkah kita bahwasanya kita sering memposting sesuatu yang cenderung mengundang perhatian teman Facebook dan tak jarang sesuatu tersebut merupakan hal-hal pribadi?

Lebih buruk lagi, Facebook kini lebih sering dan akrab digunakan sebagai buku harian online yang tak jarang memuat perkataan buruk sebagai hasil dari perasaan yang tak sanggup tersalurkan kepada orang-orang di dunia nyata.

#3 Seolah Mendekatkan yang Jauh, Tetapi Aslinya Menjauhkan yang Dekat!

Teman Asli Malah Menghilang - Sumber: pixabay.com

Teman Asli Malah Menghilang – Sumber: pixabay.com

Berapa banyak jumlah teman di Facebook? Yakin, pasti lebih dari 100 orang.

Oke, sekarang berapa banyak teman di dunia nyata yang sering bersama dengan kita saat ini? Apa lebih dari 20 orang?

Meski banyak orang meng-klaim bahwa Facebook berjasa dalam mempertemukan orang-orang di seluruh dunia, nyatanya kita sering tak bertemu secara langsung di dunia nyata bahkan dengan orang-orang yang memiliki kesamaan tempat tinggal, kantor, atau kampus.

#4 Memicu Perilaku Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial, apapun itu, sayangnya kini sudah beralih menjadi media untuk ajang pamer. Pamer sedang berada di tempat elite, makan makanan mahal, baru saja membeli 4 kantong baju bermerek, atau sekadar berdua dengan pasangan di dalam mobil seolah sedang menuju suatu tempat.

Yep. Pasti pernah kan membandingkan pencapaian diri sendiri dengan mereka yang sudah pamer?

Padahal setiap orang unik dan memiliki karakteristik masing-masing. Kelebihan yang dimiliki juga berbeda. Orang memiliki passion-nya masing-masing, cara bahagia setiap orang tidak sama.

Jadi mengapa masih sering membandingkan apa yang kita punya dengan apa yang dimiliki orang lain?

#5 Apakah Pekerjaanmu Sudah Beres?

Apakah Pekerjaanmu Sudah Beres? - Sumber: pixabay.com

Apakah Pekerjaanmu Sudah Beres? – Sumber: pixabay.com

Facebook berjasa dalam mempertemukan kita dengan orang baru. Well, asyik memang berkenalan dan mengobrol dengan banyak orang mengenai berbagai hal apalagi ketika menemukan kesamaan di bidang tertentu. Topiknya mengalir begitu saja.

Tapi, tentu saja hal seperti ini akan menyita waktu. Parah lagi ketika kita asyik bermain Facebook tanpa mempertimbangkan durasinya. Well, apakah pekerjaan utamamu sudah beres ketika kamu sibuk dengan akun Facebook-mu?

#6 Facebook Hanya Media Sosial, Bukan Acuan Hidup!

Sederhana saja, ketika kita mengetahui orang lain berhasil mencapai sesuatu atau membeli barang baru, apakah kita benar-benar tidak sepenuhnya iri dan menginginkan hal yang sama?

Kecil kemungkinan untuk menjawab ‘ya’ atas pertanyaan tersebut. Memang akan menjadi hal yang baik ketika hal itu jadi motivasi bagi diri untuk mencapai tujuan baik, tetapi menjadi hal yang buruk ketika kita hanya berusaha untuk menyamai dan menyainginya saja.

Pada dasarnya, bermanfaat atau tidaknya sebuah media sosial tergantung pada para penggunanya. Selama penggunaannya masih dalam batas wajar dan tidak memengaruhi kehidupan pribadi, kamu tidak perlu menghapusnya. Akan tetapi jika 6 hal di atas ternyata kerap kamu alami setelah memainkan Facebook, mungkin sudah saatnya kamu menghilang dari dunia maya dan kembali menghadapi realita di dunia nyata.