Dunia kita tidak hanya diisi oleh manusia saja. Kita hidup berdampingan dengan makhluk lain seperti tumbuhan dan hewan. Jenis mereka beragam, mulai dari tanaman yang bisa kita temukan di daerah tempat tinggal atau hewan-hewan yang kerap dijadikan peliharaan, sampai pada jenis tanaman unik karena ukurannya maupun sejarah penemuannya serta tipe-tipe hewan yang tidak kalah menarik karena keunikan masing-masing.

Unik bukan hanya soal bentuk fisik dan kelebihannya. Terkadang, mereka unik karena mereka berbahaya, bisa jadi mereka relatif berbeda dengan hewan yang masih satu kerabat. Beberapa hewan berikut adalah bukti keunikan hewan-hewan yang benar-benar ada di dunia karena tergolong sebagai hewan berbahaya.

 

1. Deathstalker

Deathstalker - Sumber: youtube.com

Deathstalker – Sumber: youtube.com

Termasuk dalam keluarga kalajengking. Iya, memang kalajengking sendiri sudah terkenal sebagai salah satu hewan yang cukup berbahaya. Ketika mereka merasa terserang, mereka tidak akan segan melawan dengan racun yang terdapat pada bagian ekornya. Namun, apa yang membuat Deathstalker ini lebih berbahaya di antara keluarga kalajengking lainnya?

Di balik ukuran tubuhnya yang tak pernah mencapai lebih dari 11 cm, Deathstalker memiliki keunikan dan kekuatan yang luar biasa. 0.25 gram bisa yang keluar dari ekornya bisa membunuh 1 kg tikus. Pertahanan yang cukup kuat untuk melindungi diri sendiri.

 

2. Buaya Air Asin

Hewan berbahaya kedua yang sebaiknya tidak menjadi obyek main-main adalah buaya air asin. Hewan ini dikenal sebagai salah satu predator yang cukup ditakuti karena keganasannya. Tubuhnya bisa terus bertumbuh hingga mencapai ukuran panjang 6 meter dan bobotnya yang mencapai 1.500 kilogram.

Kekuatan yang menjadikan buaya air asin sebagai salah satu hewan berbahaya di dunia adalah kemampuannya dalam melumpuhkan mangsa dengan cara menggigit lantas memutarnya di dalam air. Ketika mangsa sudah tak berdaya, buaya air asin berpesta dengan memakannya. Beberapa spesies yang menjadi mangsanya adalah kanguru, monyet, banteng, bahkan ikan hiu.

 

3. Gurita Cincin Biru

Blue Ring Octopus - Sumber: pinterest.com

Blue Ring Octopus – Sumber: pinterest.com

Di balik kecantikannya, hewan satu ini berpotensi untuk membunuh kita yang dianggap mengancam keberadaannya.

Gurita Cincin Biru memang bukan seekor binatang dalam ukuran besar yang akan menyakiti kita dengan terang-terangan. Sebaliknya, ukuran tubuhnya yang relatif kecil dengan corak cincin biru yang unik dan menggemaskan akan menarik minat kita untuk menyentuhnya. Di saat terancam seperti ini, gurita tersebut biasanya akan menyerang dengan mengeluarkan air liur yang menjadi racunnya.

Tidak sakit, memang. Tapi air liurnya mengandung berbagai racun yang berpotensi melumpuhkan hingga membunuh manusia dewasa. Hal ini diperparah karena korban biasanya tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena racun melalui air liur gurita tersebut dan terlambat mendapatkan pertolongan.

 

4. Laba-laba Brazil

Kembali ke daratan dan mari kita temui Laba-laba Brazil sebagai hewan berbahaya selanjutnya.

Ia memegang rekor sebagai hewan yang paling berbahaya dan beracun versi Guinness World Records di tahun 2010. Racunnya bisa membuat kematian pada manusia dewasa. Yang perlu diwaspadai, hewan ini suka sekali berkeliling hutan di malam hari. Di siang hari, mereka justru bersembunyi di bawah pohon jatuh.

Racun dari Laba-laba Brazil ini terdiri dari neurotoksin PhTx3 yang diketahui mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh manusia sekaligus memicu tubuh korban manusia untuk mengeluarkan asam glutamate, komponen yang mampu membuat kita kehilangan kontrol pada otot hingga mengalami gangguan nafas.

 

5. Carpet Viper

Carpet Viper - Sumber: carpet.vivalondon.net

Carpet Viper – Sumber: carpet.vivalondon.net

Posisi nomor 5 dalam daftar hewan paling berbahaya di dunia diduduki oleh Carpet Viper. Carpet Viper merupakan salah satu ular yang cukup berbahaya bahkan diklaim sebagai ular yang seharusnya bertanggung jawab atas sebagian kasus kematian manusia akibat gigitan ular. Carpet Viper sendiri diketahui memiliki bisa yang mengandung hemotoxin, sama dengan ular boomslang. Proses pengentalan darah akibat racun yang masuk ke dalam tubuh korbannya menjadi cara Carpet Viper ini membunuh demi melindungi dirinya sendiri.

 

Melindungi diri sendiri adalah naluri alami semua makhluk hidup. Bukan hanya manusia, hewan pun memiliki caranya sendiri dalam mempertahankan diri dari ancaman di luar yang mungkin akan menyerang. Tidak heran jika mereka terkadang harus berperilaku sadis bahkan membunuh subyek yang mengancamnya.